Senin, 08 Desember 2014

Materi Penawaran kelas 11 SMA/SMK/MA

Penawaran 
PENGERTIAN PENAWARAN
            Seperti pada permintaan, kitapun perlu hati-hati merumuskan pengertian penawaran (supply). Penawaran seringkali diartikan begitu saja sebagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Kadang-kadang orang mengatakan “penawaran naik”, padahal yang ia maksudkan adalah “jumlahbarang dan jasa yang ditawarkan naik”.
            Seperti telah kita pelajari dalam permintaan, dalam merumuskan pengertian penawaran, kita pun cukup menghubungkan hargadan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Hal-hal lain yang sebenarnya turut menentukan banyaknya barang yang diminta dianggap tidak berubah atau tetap (ceteris paribus). Naik turunnya jumlah barang dan jasa yang ditawarkan  dianggap sebagai akibat dari perubahan harga barang itu sendiri. Oleh karena itu, kita merumuskan pengertian penawaran berdasarkan anggapan bahwa faktor-faktor seelain harga tidak berubah.
          Penawaran dalam pengertian Ekonomi  dapat dibedakan menjadi penawaran perorangan dan penawaran pasar.
1.       Penawaran perorangan
Penawaran perorangan terhadap suatu barang jasa ialah kesediaan dari seorang penjual untuk menawarkan berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga.
2.       Penawaran pasar
Penawaran  pasar adalah keseluruhan penjumlahan dari penawaran perorangan suatu barang atau  jasa pada berbagai tingkat harga.
            Secara garis besar, penawaran adalah kesediaan penjual untuk menjual berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.

KURVA PENAWARAN
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan, yang dimana apabila jumlah sesuatu barang yang sanggup ditawarkan oleh pada suatu tingkat harga dan tempo masa tertentu.

Untuk membuat kurva penawaran kita gunakan tabel yang diatas. Dibawah ini adalah kurva penawaran yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Kurva penawaran mempunyai slope positif, artinya jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.

HUKUM PENAWARAN
            Hukum penawaran menyatakan bahwa jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan tingkat harga. Berarti, rumusan hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dan tingkat harga. Faktor-faktor yang lain yang sebenarnyya bias mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan dianggap tidak berubah. Sesuai dengan hokum permintaan, kurva penawaran bergerak miring dari kiri bawah ke kanan atas. Hukum penawaran juga menjelaskan tentang adanya korelasi positif antara perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan.
            Hukum penawaran berbunyi : “apabila harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan naik dan apabila harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun”. Hukum penawaran berlaku dengan anggapan :
  1. Jumlah barang yang ditawarkan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat harga.
  2. Faktor-faktor yang lain selain harga, tidak berubah.
Hukum penawaran tersebut juga berlaku dengan asumsi bahwa beberapa faktor dianggap tidak mengalami perubahan. Faktor-faktor tersebut ialah :
·         Tingkat  teknologi
Perbaikan tingkat teknologi dapat menambah penawaran, karena terjadi efisiensi dalam proses produksi. Misalnya perbaikan teknologi pertanian dapat meningkatkan produksi beras, sehingga kurva penawaran beras bergeser ke kanan.
·         Harga dari barang-barang lain
Barang lain disini adalah barang yang mempunyai hubungan substitusi atau komplementer dengan barang yang sedang dianalisis. Misalnyaharga daging sapi naik,sehingga pembeli banyak yang ingin membeli daging ayam. Pedagang ayam bias menambah penawarannya dan kurva penawarannya bergeser ke kanan.
·         Biaya dari faktor produksi
Bila biaya faktor produksi meningkat, maka produsen cenderung untuk mengurangi produksinya, sehingga kurva penawaran akan bergeser ke kiri. Sebaliknya bila biaya faktor produksi turun, maka kurva penawarannya akan bergeser ke kanan.
·         Tujuan atau sasaran perusahaan
Jika sasaran atau tujuan perusahaan adalah memproduksi barang atau jasa untuk kepentingan orang banyak, maka jumlah penawaran tidak tergantung pada harga, tapi pada kebutuhan masyarakat. Jika masyarakat membutuhkan lebih banyak sambungan telepon, maka penawaran telepon akan bergeser ke kanan.


ELASTISITAS PENAWARAN
  1. Pengertian elastisitas penawaran
         Elastisitas penawaran adalah derajat kepekaan yang menunjukkan seberapa besar jumlah barang yang ditawarkan sebagai akibat dari perubahan harga.
      2.     Ko-efisien elastisitas penawaran
         Ko-efisien elastisitas penawaran adalah ukuran kuantitatif yang menunjukkan seberapa besar perubahan jumlah barang yang ditawarkan sebagaai akibat dari perubahan harga. Sebagaiman dengan penghitungan elastisitas permintaan, maka perhitungan elastisitas penawaranjuga menggunakan rums ko-efisien elastisitas penawaran.
3.       Penghitungan elastisitas penawaran
         Untuk menghitung akibat perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan digunakan rumus ko-efisien elastisitas penawaran sebagai berikut.

         Es  =         Jumlah barang yang ditawarkan          :    Perubahan harga 
                    Jumlah barang yang ditawarkan semula           Harga semula
                       

                =     Qs    :      P
                       Qs           P


Ket :

Es         = Elastisitas penawaran
Qs        = Jumlah barang yang ditawarkan
Qs        = Perubahan jumlah barang yang ditawarkan
P          = Harga semula
P          = Perubahan harga
  1. Macam-macam elastisitas penawaran
·         Penawaran elastis uniter
·         Penawaran elastis
·         Penawaran inelastis (tidak elastis)
·         Penawaran inelastis sempurna
·         Penawaran elastis sempurna

  
  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran 
Beberapa faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran ialah :

a.          Barang hasil pertanian bersifat in-elastis karena sukar untuk dikurangi atau ditambah dengan segera bila terjadi perubahan harga. Sebaliknya barang hasil industri lebih bersifat elastis karena mudah diselesaikan.
b.          Dalam jangka pendek, jika terjadi perubahan harga, produsen sulit untuk mengubah barang yangditawarkan, sehingga penawarannya akan bersifat in-elastis. Sebaliknya dalam jangka panjang dimana produsen mampu mengubah biaya tetap, sifat penawarannya akan lebih elastis.